Anggung wimbuh linuwih, terus bertumbuh lebih baik.
Hal itu yang selalu dipegang seluruh civitas akademika
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Terbukti,
sebanyak tiga guru besar dikukuhkan, sekaligus menjadi
penanda bahwa UWKS terus maju dan berkembang.
Kemarin (26/2) UWKS mengukuhkan tiga guru besar sekaligus. Bertempat di Bangsal Pancasila, tiga guru besar tersebut adalah Prof Dr Ir Fungki Sri Rejeki MP, Prof Dr Wahyudiono SE MM, dan Prof Dr Ir Rr Nugrahini Susantinah Wisnujati MSi.
Hadir membuka langsung acara tersebut, yakni Rektor UWKS Prof Dr H Widodo Ario Kentjono dr SpTHT-KL(K) FICS. Beserta jajaran wakil rektor, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Ir H Hary Sastrya Wanto MS, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Dra Ec Pratiwi Dwi Karjati MM CRA, Wakil Rektor Bidang Hubungan Kerja Sama Dr Ir Hj Endang Noerhartati MP, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswan Dr Edy Kristianto SH MH.
Prof Widodo Ario mengatakan, momen tersebut sebagai wujud nyata perbaikan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di UWKS. Khususnya, peningkatan kualitas pengajar atau dosen dengan mendorongnya untuk menjadi guru besar. ’’Salah satu indikator perguruan tinggi memiliki kualitas memadai adalah banyaknya guru besar yang ada di sana. Jadi, kami akan terus mendorong para pengajar atau dosen untuk meningkatkan kapasitasnya. Termasuk dengan meraih gelar guru besar,” ujar Prof Widodo Ario.
Capaian UWKS dalam menelurkan guru besar akan terus ditingkatkan. Tahun ini terdapat empat dosen yang dipersiapkan untuk menjadi guru besar. Targetnya, 10 tahun yang akan datang UWKS memiliki 50 guru besar baru. Minimal, 50 persen yakni 25 guru besar baru.
Perkembangan itu dirasai benar oleh Widodo Ario. Kali pertama memegang tampuk kepemimpinan pada 2021, UWKS berada di peringkat ke-155 perguruan tinggi swasta se-Indonesia versi Uni Rank. Tahun ini, peringkat tersebut naik signifikan menjadi ke-30 dari 3.102 total PTS se-Indonesia. Sementara di tingkat Jawa Timur, UWKS menduduki peringkat ke-4, dan nomor 2 se-Surabaya. ’’Keberhasilan itu berkat kerja sama dan upaya banyak pihak, termasuk dosen yang senantiasa mau bergerak maju bersama,” ungkap Prof Widodo Ario.
UWKS juga akan terus meningkatkan kualitas menuju kampus global. Terlebih saat ini UWKS banyak bekerja sama dengan universitas luar negeri dan melakukan pertukaran mahasiswa. Saat ini, terdapat setidaknya 30 mahasiswa asing.
Tahun ini, UWKS bakal membuka 4-5 prodi baru. Di momen spesial itu pula, UWKS memberikan penghargaan pada para dosen yang berprestasi.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim Prof Dr Dyah Safitri SE MM memberikan apresiasi atas pencapaian yang diraih UWKS. Bertambahnya guru besar makin menegaskan bahwa UWKS terus bertumbuh jadi kampus unggulan Diharapkan, UWKS mampu berkontribusi nyata dalam program pemerintah melalui riset. Para guru besar harus mampu berkolaborasi dengan mahasiswa, dunia industri atau pemerintah agar memberikan multiplier effect.
’’Perguruan tinggi sebagai agent of change membantu mengimplementasikan program pemerintah melalui swasembada pangan, pengentasan kemiskinan, dan penurunanan angka stunting,” ujarnya.
Penelitian dengan dampak nyata ditelurkan ketiga guru besar. Mulai dari Prof Fungki yang merupakan pakar teknologi pangan dari fakultas teknik. Dia meneliti talas sebagai sumber pangan lokal Indonesia. Menurutnya, talas merupakan sumber protein yang cukup banyak dibanding jenis umbi-umbian lain. ’’Selain kaya akan manfaat kesehatan, talas juga bisa jadi opsi agar kita bisa mewujudkan swasembada pangan,” ungkap Prof Fungki.
Lalu, Prof Nugrahini yang melakukan penelitian tentang strategi peningkatan daya tarik destinasi dan keberhasilan agribisnis dengan digital marketing dalam pariwisata berbasis pertanian. Dekan Fakultas Pertanian UWKS itu mengatakan, Indonesia punya banyak kelompok tani dan sektor pertanian yang maju. ’’Dalam waktu dekat, saya akan melakukan pembinaan pada kelompok tani di Sidoarjo. Tentang bagaimana menjadikan area pertanian mereka menjadi sentra wisata dan layanan yang bisa diberikan ke masyarakat,” ungkap Prof Nugrahini.
Prof Wahyudiono juga memaparkan tentang penelitiannya yang bertajuk Transformasi UMKM dan Relevansi Nilai Kewijayakusumaan Dalam Era Perekonomian di Indonesia (era Majapahit-era digital). Di era digital ini, beberapa nilai kewijayakusumaan masih bisa diaplikasikan pada UMKM yang bisa dijadikan patokan untuk memperlancar bisnis.
’’Kontribusi UMKM pada PDRB yakni 53 persen, angka yang cukup tinggi. UMKM harus senantiasa diperhatikan untuk mengangkat ekonomi daerah dan nasional. Tentunya, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan melakukan pelatihan pada para UMKM,” tutur Prof Wahyudiono.
(ree/xav)
Rektor UWKS
Prof Dr H Widodo Ario Kentjono dr SpTHT-KL(K) FICS
’’Salah satu indikator perguruan tinggi memiliki kualitas
memadai adalah banyaknya guru besar yang ada di sana. Jadi,
kami akan terus mendorong para pengajar atau dosen untuk
meningkatkan kapasitasnya dengan meraih gelar guru besar.
UWKS juga terus berusaha untuk menjadi kampus
internasional.’’